Minggu, 27 Mei 2018

Antara Cinta dan Rindu

Esok, saat liburan itu tiba
Segalanya akan menjadi abu-abu, lalu kemudian mneggelap menjadi hitam yang pekat
Kelemahan diri tak mampu menerawang sekeliling
Berjalan lemah bersama keheningan
Mencari satu nama, dan satu sosok yang hilang

Esok,
Saat itu akan datang,
beberapa jengkal menuju keheningan dan kekejaman liburan
Kita berada di tempat yang jauh,
Terpisah bermil-mil tak berangka
Menapamu dengan mencuri-curi itu tidak lagi bisa kulakukan

Melihat senyum sederhanamu tak mampu lagi disaksikan
Entahlah, bagaimana menggambarkan rindu itu esok
Akankah ia meirtih sedih, lalu terdiam
Atau malah memilih untuk terus tegar setegar karang, dan terus tersenyum,
Seperti katamu, bahwa senyumku adalah obat dari penatmu

Berapa bulan yang lalu kau katakan?
Akh, aku mengingatnya, meski aku tahu, engkau melupakannya
Ia kan?
Sudahlah,
Mari menjalani sisa waktu yang tak panjang itu bersama,
Meski bersama tak harus bersua. Ia kan?

Mari bersua di keheningan doa,
Menatap dan merintih kepada Sang Maha segalanya
Jaga hatimu, karena ada aku yang menunggumu dengan segenap hatiku di sini.

Pulanglah, lalu kembalilah.
Aku merindukanmu, dan menunggumu.


Rindu,
28 Mei 2018
08.25