Jumat, 06 Maret 2020

Perjalanan

Siulan pipit memecah lamuannya
Sepoi-sepoi mulai menyibakkan kerudung merah jambu milik si mungil

Tatapannya tajam, menerawang jauh pada kedalaman asa yang tak terkira

Membiarkan angin membisikkan rindu tersyahdu yang dimilikinya
Sembari menatap asa yang tak pernah mampu digapai dengan kata

Mulutnya berkomat-kamit mengumandangkan mimpi kecil yang dipelihara sejak mimpinya tertinggal jauh dari kehidupan

Tuhan seperti menarik ulur hatinya yang rapuh
Menjatuhkan, lalu membuainya dengan lembut

Ah, mimpinya kembali menyegar
Membuat asa seperti demikian dekat
Lewat bapak yang berjalan lamban di depannya sambil terus memungut sampah di jalan
Hatinya seperti terketuk, betapa kecilnya ia memandang kehidupan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar