Jumat, 06 Maret 2020

Merawat Kenangan





Ingatan manusia tak sempurna, layaknya menggenggam duri-duri tajam. Tak bertahan lama menggenggamnya, lalu terjatuh, terluka, dan berdarah. 


Begitulah ingatan. Tak bisa digenggam lama jika tak dirawat, dipupuk, dan dipelihara. Ia harus senantiasa diberi amunsisi bernama "sering" yang ditulis. Sebab lupa adalah anugerah Tuhan, agar manusia setidaknya meng-abadikan momen sederhananya menjadi sesuatu yang bernilai, indah, menarik dalam balutan tulisan yang bisa dinikmati oranglain. 


Bukankah mengetahui sesuatu tak meski kita pernah mengalaminya? Misalnya tentang ibukota. Iya kan? Untuk tahu ada Monas di sana, tak meski kita ke sana. 


Maka, jadilah orang yang mampu memberitahu tanpa harus menggurui. Bijak dalam menulis, cerdas dalam membaca, lugas dalam menyampaikan, dan luwes menggoreskan. 
Salam literasi! 


Jadilah pembaca yang handal. Sebab membaca tanpa menulis sedikit sia-sia, dan menulis tanpa membaca sedikit kesalahan.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar